Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wakaf

CWLS Ritel, Momentum Kebaikan untuk Semua (Portal Jember, Pikiran Rakyat Media Network, Esai, 6 November 2020)

Gambar
  https://portaljember.pikiran-rakyat.com/opini/pr-16917002/cwls-ritel-momentum-kebaikan-untuk-semua Oleh:  Khairunnisa Musari* Pagi ini saya ikut berpartisipasi dalam Talkshow Virtual Regional Jawa dan Sumatera dalam rangka edukasi dan sosialisasi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel Seri SWR001. Meski nyali ini agak ciut dengan nama-nama besar dan jabatan yang disandang para pemateri lainnya, tapi ini kesempatan untuk saya dan Jawa Timur ikut berkontribusi pemikiran. Sebagaimana kepanjangannya, CWLS adalah integrasi instrumen sukuk dan wakaf tunai. Sukuk adalah representasi instrumen keuangan komersil syariah dan wakaf tunai adalah representasi instrumen keuangan sosial syariah. Dengan demikian, CWLS adalah kolaborasi instrumen keuangan komersil dan sosial syariah. Pemerintah saat ini tengah membuka pemesanan CWLS Ritel. Sejak 9 Oktober hingga 12 November nanti, masyarakat yang ingin berinvestasi CWLS dapat membeli instrumen ini pada empat bank syariah yang ...

2020, Tahun Wakaf Produktif (Jawa Pos Radar Jember, Perspektif, 20 Desember 2019, Hlm. 21 & 27)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari*                                                                                          “Saya baru baca depannya. Terpikir judul yang lebih greget, ‘CWLS: Gerakan Radikal Membangun Ekosistem Wakaf Produktif di Indonesia’…” Demikian respon Bu Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, atas draf naskah artikel yang akan kami tulis bersama untuk buletin INSIGHT milik Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) edisi Kuar...

Wakaf untuk Pembiayaan Produktif (Jawa Pos Radar Jember, 11 Januari 2019, Hlm. 17 & 23)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* “Salaam… Mbak Iis… Anyway, Mbak Iis punya referensi tentang studi kasus wakaf dan pemberdayaan komunitas di Indonesia? Wakaf tunai dan nontunai?.... Kalau buat microfinance, ada gak?...” Demikian sebagian pesan pendek dari Mantan Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) yang kini menjadi Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI. Saya memanggilnya Mbak Rahma. Kami berkenalan ketika sama-sama mengerjakan proyek riset dari United Nations Development Programme (UNDP) setahun lalu. Ya, wakaf hari ini menjadi fenomenal. Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan organ-organnya melirik wakaf sebagai salah satu instrumen untuk mencapai The Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu agenda yang diamanatkan pemerintah kepada Manajemen Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dilantik 3 Januari lalu adalah sensus tanah wakaf dan perluasan lembaga keuang...

PBB (Pun) Melirik Keuangan Syariah (Jawa Pos Radar Jember, Perspektif, 5 Januari 2018, Hlm. 21 &27)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari “… Ada kejadian memilukan seperti ini di Jember. Ke depan, mohon bantuan dan partisipasi aktif warga agar lembaga-lembaga sosial, khususnya BAZNAS dan LAZ, bisa berperan aktif dalam mengantisipasi hal-hal seperti ini. Mohon masukan dan diskusikan agar bagaimana kita penggiat zakat bisa punya mekanisme sistem grassroot yang mengantisipasi problem-problem kemiskinan absolut seperti ini…”. Demikian pesan untuk saya yang masuk Whatsapp (WA) dari salah satu Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pagi itu. Sebuah link dari media daring disertakannya pula tentang pemberitaan seorang nenek di Jember yang meninggal di semak-semak karena diduga kelaparan. Selisih dua hari, seorang kolega dosen dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jember menginfokan kepada saya di grup WA asosiasi profesi bahwa berita itu tidak benar. Camat di wilayah ditemukannya Sang Nenek adalah pamannya yang mengklarifikasi bahwa meninggalnya Sang Nenek bukan karena kela...

Wakaf untuk Institusi Pendidikan (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 28 November 2016, Hlm. 1 & 11.

Gambar
".... She is a lecturer from... State Institute of Islamic Studies... Mmm... Ai Ei Ai N... Jember...” Demikian seorang profesor dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari pihak host yang didapuk menjadi moderator pekan lalu ketika memperkenalkan diri saya. Huruf ‘e’ pada kata ‘Jember’ dibacanya dengan pengucapan sebagaimana penyebutan ‘e’ pada kata ‘Jengkol’ dan ‘r’ sebagaimana pengucapan dalam bahasa Inggris. Tak apalah. Paling tidak, beliau dan seluruh peserta yang hadir kini mengetahui bahwa ada kota bernama Jember di Indonesia dan ada perguruan tinggi bernama IAIN di kota tersebut. Yup, tidak terduga, dalam sebulan terakhir, saya berkesempatan mengunjungi Malaysia 2 kali. Bulan lalu, saya menghadiri 11th International Conference on Islamic Economics and Finance (ICIEF) dengan tuan rumah International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur. ICIEF yang usianya tahun ini tepat 40 tahun adalah konferensi yang diselenggarakan Islamic Development Ban...

(Lumajang) Merintis ‘Bank’ Wakaf Internasional (?) (Jawa Pos Radar Jember, Perspektif, 25 Februari 2015)

Gambar
(Lumajang) Merintis ‘Bank’ Wakaf Internasional (?) Oleh: Khairunnisa Musari* Assalaamu’alaikum. Maaf mengganggu, Is. Ada amal sholeh untuk membentuk konsep Bank Wakaf Internasional. Indonesia terpilih dalam forum wakaf dunia untuk menjadi pilot project. Ikhwah dari Malaysia yang pekan lalu terpilih menjadi ketua forum, mengajak kerjasama. Beliau teman suami saya. Iis kan punya latar belakang pendidikan tersebut, mesti bisa membantu Ust. Syadid dan istrinya Ust. Atikah yang baru saja pulang dari Mesir yang diamanahi Prof. Biddin untuk membuat konsep. Kapan Iis bisa ketemu? Jzkllh. Pesan yang masuk dalam telepon genggam itu membuat dahi saya berkerenyit. Bank wakaf internasional? Gagasan bank wakaf ini memang bukan hal baru. Sejak lima tahun lalu, sejumlah penggiat ekonomi syariah sudah mewacanakannya. Forum wakaf dunia? Mmm, biasanya saya selalu update sejumlah kegiatan berbasis ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional maupun internasional, tapi rasanya sa...

Ramadan Tiba, Yuk Berinvestasi (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 28 Juni 2014)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari Ramadan tiba... Andaikan saja Ramadan semua, bulan yang tiba bulan yang ada Karena besarnya setiap pahala, yang di janjikan kepada kita .... Banyakkan amal, hari-harinya pahala datang berlipat ganda Berlomba-lomba untuk ibadah, dunia bahagia surga nanti gantinya ... Itulah bait-bait Ramadan Tiba yang dilantunkan Opick, penyanyi religi asal Jember. Pesan tentang besarnya pahala di bulan Ramadan merupakan ‘iming-iming’ yang diberikan Allah kepada ummat-Nya untuk mempersiapkan bulan penuh berkah tersebut, baik fisik maupun ruhiyah. Layaknya sebagai bulan yang penuh dengan bonus pahala, maka sesungguhnya dibutuhkan perencanaan investasi keuangan agar belanja di bulan Ramadan dapat optimal. Konteks optimal di sini tentu saja berdimensi dunia dan akherat. Oleh karena itu, momen Ramadan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berbelanja di jalan-Nya dalam rangka optimalisasi belanja modal investasi tersebut. Isu aktual terkait investasi keu...