Postingan

Ramadan Tiba, Yuk Berinvestasi (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 28 Juni 2014)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari Ramadan tiba... Andaikan saja Ramadan semua, bulan yang tiba bulan yang ada Karena besarnya setiap pahala, yang di janjikan kepada kita .... Banyakkan amal, hari-harinya pahala datang berlipat ganda Berlomba-lomba untuk ibadah, dunia bahagia surga nanti gantinya ... Itulah bait-bait Ramadan Tiba yang dilantunkan Opick, penyanyi religi asal Jember. Pesan tentang besarnya pahala di bulan Ramadan merupakan ‘iming-iming’ yang diberikan Allah kepada ummat-Nya untuk mempersiapkan bulan penuh berkah tersebut, baik fisik maupun ruhiyah. Layaknya sebagai bulan yang penuh dengan bonus pahala, maka sesungguhnya dibutuhkan perencanaan investasi keuangan agar belanja di bulan Ramadan dapat optimal. Konteks optimal di sini tentu saja berdimensi dunia dan akherat. Oleh karena itu, momen Ramadan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berbelanja di jalan-Nya dalam rangka optimalisasi belanja modal investasi tersebut. Isu aktual terkait investasi keu...

Mewaspadai Tawaran Umroh dan Haji dengan MLM (Jawa Pos Radar Jember, 2 Mei 2014, Hlm. 36)

Gambar
Mewaspadai Tawaran Umroh dan Haji dengan MLM Oleh: Khairunnisa Musari “Iis kan temannya banyak. Cukup butuh 11 orang, nanti Iis bisa berangkat umroh gratis...” Itulah salah satu kalimat persuasif yang saya terima dari seorang famili suami yang mengasuh sebuah pondok pesantren di sebuah kecamatan di Jember. Saya diminta membawa dua tumpuk kartu nama dan sejumlah brosur yang memuat nominal biaya plus jadwal pemberangkatan umroh ke tanah suci untuk dibagi kepada kenalan-kenalan saya. Saya melirik nama perusahaan travel yang tertera di kartu nama tersebut. Mmm, rasanya nama tersebut cukup familiar. Rasanya saya pernah membaca nama tersebut... Selisih tiga bulan, nama perusahaan tersebut kembali muncul dalam promosi seorang kenalan di jejaring Fesbuk di Lumajang. Ia mengatakan ada cara gampang bagi siapa saja yang ingin ke Tanah Suci dengan cara murah. Cukup mengumpulkan sejumlah orang tertentu yang ingin bepergian, maka kita akan dapat berangkat ke Tanah Suci dengan ha...

Politik Ekonomi Bansos (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 19 April 2014)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari Pemilihan Legislatif (Pileg) baru saja usai. Kita semua masih menunggu hasil hitungan final dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) meski quick count maupun real count dari sejumlah lembaga sudah memberikan peta prediksi hasil. Bukan bermaksud ikut-ikutan menjadi pengamat politik dadakan, tapi banyak hal yang memang menarik untuk dicermati di masa-masa menjelang maupun pasca Pileg. Selain beragam rupa black campaign di media maupun di masyarakat, juga maraknya aktifitas mendukung VS mem- bully partai tertentu di sosial media yang kerap mengundang ketegangan antara Lovers VS Haters maupun antara Voters VS Golputers . Salah satu hal lain yang menarik untuk disimak dalam masa Pileg tahun ini adalah munculnya himbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar penyaluran bantuan sosial (bansos) atau hibah dihentikan sementara hingga usai Pemilihan Umum (Pemilu). KPK menyebutkan adanya hubungan antara kenaikan dana bansos dan hibah dengan pelaksanaan Pemilu, b...

Zakat untuk Ekonomi Bencana (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 28 Januari 2014)

Gambar
                                                            Terimakasih lagi untuk kiriman foto artikelnya, Pak Amin... ;-)                                                           Oleh: Khairunnisa Musari Pekan lalu, saya menghadiri ujian terbuka Bupati Mamuju di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Saya termasuk dari 15 orang yang menjadi Undangan Akademik. Hari itu kampus Pasca benar-benar tumpah ruah. Dari 30 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berada di Kabupaten Mamuju, tidak ada satu pun Kepala Dinas yang absen menghadiri ujian terbuka Sang Bupati dua periode tersebut. Mungkin ada sekitar 300 orang lebih yang datang. Ruangan untuk undangan umum dan semua kursi yang...

LITERASI KEUANGAN PEREMPUAN (Jawa Pos, 28 Desember 2013, Hlm. 4)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* Prioritas pembangunan yang harus dicapai pada tahun 2015 dalam Millenium Development Goals (MDG’s) adalah mendorong pemberdayaan perempuan, Indonesia dalam hal pendidikan telah mencapai kemajuan dalam meningkatkan kesetaraan dan keadilan antara penduduk laki-laki dan perempuan. Ditengah deru kemajuan, perempuan Indonesia masih mengalami banyak ketertinggalan di bidang ekonomi. Akses perempuan terhadap lembaga keuangan masih rendah. Dalam struktur angkatan kerja, perempuan memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah daripada laki-laki. Studi International Network and Financial Education (INFE) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2013 berjudul Addressing Women’s Needs for Financial Education menunjukkan kebutuhan akan literasi keuangan bagi perempuan sangat akut dalam isu kesetaraan gender. Studi ini menunjukkan, perempuan tidak hanya memiliki pengetahuan keuangan yang lebih rendah, tetapi juga memiliki kurang k...

Deindustrialisasi Gula Tebu Rakyat (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 17 Desember 2013)

Gambar
Terimakasih untuk kiriman foto artikel ini, Pak Amin... :-) Oleh: Khairunnisa Musari  Sebuah pesan masuk ke mobil phone milik saya sekitar tiga pekan lalu: “Bu, harga gula lagi jatuh. Karena gula rafinasi impor. Gula rafinasi impor sekarang sudah masuk wilayah konsumsi. Padahal peraturannya kan gula rafinasi hanya untuk ranah produksi makanan minuman. Ini petani sampai demo ke Jakarta, tapi gak ngefek. Gak diperhatikan sama pemerintah. Padahal Jatim kan penghasil gula terbesar. Sekarang gula-gula numpuk di gudang. Kuota gula keluar Jatim dibatasi. Padahal produksi gula Jatim dari PTPN X dan XI bisa menutup 35% kebutuhan gula nasional. Buatkan tulisan dong, Bu...”. Pesan pendek itu berasal dari salah satu pegawai sebuah pabrik gula (PG) di Jember. Saya tidak tahu, apa yang sesungguhnya ia harapkan dengan tulisan saya yang pasti tak punya taring untuk menggugah regulator di Jakarta. Ya, persoalan gula adalah masalah nasional. Komoditas yang sangat politis dan...

Menakar Pangan Halal di Indonesia (Harian REPUBLIKA, 27 September 2013, Hlm. 6)

Gambar
  Oleh: Khairunnisa Musari “Hai sekalian manusia! Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.... “ (QS. Al-Baqarah [2]: 168). Akhir Agustus lalu, pemberitaan tentang sebuah rumah makan terkenal yang dikabarkan menggunakan minyak babi dan angciu (red wine) menyeruak. Berawal dari seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis di sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Surabaya mengirimkan email kepada sebuah situs Islam dengan menceritakan pengalamannya ketika hendak mengajukan franchise pada rumah makan tersebut. Persoalan menguak ketika kontrak perjanjian hendak dibuat, sang pemilik franchise mensyaratkan penggunakan minyak babi dan angciu dalam sejumlah masakan. Bagi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini, kehalalan pangan nyatanya masih memiliki banyak ruang dan peluang untuk diabaikan. Dengan mayoritas penduduk beragama Islam di Indonesia nyatanya tidak serta merta membuat pengusaha rumah makan menghormatinya dengan men...