Postingan

Yuk, Perangi Riba dan Rentenir! (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 18 Juli 2016, Hlm. 1 dan 11)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* “Iya, Mbak. Pak Kyai yang mengadakan istighosah itu juga bahas soal rentenir. Pak Kyainya bilang, kalau dari yang hadir di acara tersebut punya tetangga atau saudara yang punya tanggungan utang ke rentenir dan tidak mampu membayar, disuruh menghadap Pak Kyai. Pak Kyainya mau membayarkan...”             Demikian cerita Mas Chandra, sopir yang selama 1,5 tahun lebih bekerja pada keluarga besar saya. Saya menanyakan tentang acara istighosah yang ia ikuti pekan lalu. Lantaran mengikuti kegiatan tersebut, Mas Chandra terlambat menjemput Bapak Ibu saya hingga 2 jam karena kendaraannya terjebak di dalam halaman parkir. Penjelasannya kemudian menyinggung topik rentenir yang beberapa bulan belakangan intens menjadi bahan kajian akademis saya bersama nanofinance dan waqf-sukuk untuk konferensi yang diprakarsai Islamic Development Bank (IDB). Saya menemukan ‘profesi’ rentenir banyak terdapat di neg...

Eksternalitas Negatif Remaja (Perspektif, Harian Jawa Pos Radar Jember, 27 Juni 2016, Hlm. 1 & 11)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* Brakkkkkkk.... “Astaghfirullaah... Kalian ini ya! Umur berapa kalian ini kok sudah dibolehkan naik sepeda motor! Sudah enggak pakai helm, sembarangan di jalan! Lihat ini sampai nabrak-nabrak begini... Mana orangtua kalian kok biarkan anaknya di bawah umur bisa naik sepeda motor. Kalian pasti belum punya KTP, SIM... Enggak bener ini orangtuanya yang biarkan anaknya naik motor bercanda-bercanda di jalan.... Dst”. ------------- Saya sudah tidak ingat sepenuhnya kalimat tinggi nan cepat yang muncul dari bibir saya ketika mengomeli enam orang anak yang dari posturnya seperti masih anak sekolah menengah pertama (SMP). Saat itu beberapa hari menjelang bulan puasa. Setelah mengambil laptop di tempat servis di Jalan Kalimatan, saya mampir di pedagang cilok. Sembari menunggu dilayani, kemudian dua sepeda motor yang saling berboncengan cekakak-cekikik menghampiri. Mereka parkir tepat di belakang mobil saya dan tepat di depan rombong. Saya pun kemudian masu...

Memotret Kondisi Ekonomi Terkini (Jawa Pos Radar Jember, Perspektif, 25 April 2016, Hlm. 6 & 11)

Gambar
Judul Asli: Ayo Dukung Sensus Ekonomi! Oleh: Khairunnisa Musari Sepucuk surat undangan Dialog Bisnis berwarna merah hitam tergeletak di meja kantor saya. Penyelenggaranya BPS. “ Semoga Pak Dekan memberi izin untuk saya menghadirinya ya, Mas. Kebetulan pagi itu jadwal mengajar saya kosong. Tapi saya tidak bisa memenuhi undangan bila tidak ada izin dari Pak Dekan. Tentu senang sekali kalau bisa bertemu langsung dengan Kepala BPS untuk mengetahui lebih banyak tentang pelaksanaan sensus ekonomi. Saya ingin kenalan juga, mungkin beliau bisa membantu kalau suatu hari nanti saya butuh data sesuatu,” kata saya kepada pengantar undangan akhir pekan lalu. ------------- Ya, buat saya yang senang berkutat dengan paper, undangan dari event organizer (EO) untuk menghadiri Dialog Bisnis Badan Pusat Statistik (BPS) tentu bergayung sambut. Data sekunder BPS adalah salah satu sumber rujukan utama yang pasti dicari dan digunakan oleh semua peneliti sosial ekonomi di Indonesia. Begitu pu...

Asuransi Pertanian, Saatnya Melindungi Petani (Jawa Pos Radar Jember, 21 Maret 2016, Hlm. 8)

Gambar
“.......I think one of the solutions for such situations is the takaful idea to overcome time of hardship together through contributions from the whole community to cover those who are less fortunate….”. – Issam Al-Tawari (2012) Demikian sebagian komentar Brother Issam, begitu saya memanggilnya, seorang alumnus Durham University yang selama 10 tahun menjabat sebagai chief executive officer (CEO) sebuah perusahaan investasi keuangan dan chairman sebuah bank investasi di Kuwait. Melalui surat elektronik, saat itu saya menceritakan tentang petani cabai di Indonesia yang mengalami gagal panen karena terendam air akibat curah hujan yang tinggi. Pada surat tersebut, saya ceritakan pula tentang petani cabai di Jember yang meminta penundaan pelunasan utang kepada bank lantaran lahan yang gagal panen menggunakan kredit bank. Saya menyampaikan kepada Brother Issam bahwa keuangan mikro syariah seharusnya hadir membantu para petani tersebut. Ya, takaful (asuransi) mikro untuk pertania...

Crowdfunding (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 1 Februari 2016, Hlm. 1 dan 11)

Gambar
Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi Semoga memperoleh umur yang berkah Dan jadilah muslimah sejati Agar Allah selalu besertamu Sun sayang Mas Ikhwan, eh Mas Gagah! Demikian secuplik epilog berupa ucapan milad dari Mas Gagah kepada adiknya, Gita, pada novel best seller Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) karya Helvy Tiana Rosa (HTR). Novel yang bercerita tentang hijrahnya Mas Gagah itu ditulis tahun 1992. Setidaknya ada 11 rumah produksi yang pernah meminta HTR untuk menfilmkan novel tersebut. Namun, idealisme untuk menjaga keutuhan cerita yang memiliki pesan sarat moral tersebut mendorong HTR untuk memproduksi sendiri novel KMGP. Crowdfunding menjadi pilihannya. Patungan Crowdfunding sejatinya adalah mobilisasi dana masyarakat untuk membiayai suatu usaha atau kegiatan atau proyek tertentu. Sederhananya, crowdfunding adalah investasi bersama; pendanaan dengan patungan; pembiayaan dengan cara gotong royong. Model penggalangan dana seperti ini mulai marak beberapa t...

Krisis dan Kemiskinan (Perspektif, Jawa Pos Radar Jember, 25 Desember 2015, Hlm. 1)

Gambar
Krisis dan Kemiskinan Oleh: Khairunnisa Musari* “Bu, Ibu tahu enggak, di desa itu banyak yang dapat uang hanya cukup untuk satu hari. Jangankan menabung, untuk makan saja, mereka masih kesulitan. Upah yang mereka dapat hanya cukup untuk makan hari itu saja. Enggak bisa mereka itu seperti yang Ibu bilang untuk menyisihkan tabungan dulu, baru sisanya dikonsumsi....”. Demikian salah satu komentar yang masuk dari pendengar setia Radio Republik Indonesia (RRI) Jember ketika saya melakukan wawancara on air di studio beberapa waktu lalu. Ya, untuk kesekian kalinya saya mengisi acara bincang-bincang selama satu jam bersama host Pak Kirin Prawira dan Mbak Dea di acara pagi hari. Jujur saja, komentar pendengar tersebut cukup ‘menonjok’ hati saya. Dan saya harus mengakui, saya belum tahu apa yang dapat saya tawarkan kepada mereka untuk bisa mengelola keuangan rumah tangga. “ Iya Pak, untuk kelompok masyarakat demikian, seharusnya negara yang hadir menolong mereka.....