Postingan

Menampilkan postingan dengan label BBM

Paper untuk Seminar dan Simposium Internasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Unair, 1-2 Agustus 2008

Alhamdulillah, 2 paper saya lolos seleksi dalam rangka Seminar dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI). Paper berjudul "Epistemologi Ekonomi Islam terhadap Subsidi BBM di Indonesia" akan dipresentasikan 1-2 Agustus. Dan " Islamic Good Governance : Nilai Etik-Religius dan Sistem Manajemen Mutu Islami" akan masuk proceeding dan akan diterbitkan dalam Buku Rampai Ekonomi Islam di Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa ikut menyumbang pemikiran untuk perkembangan ekonomi Islam di Indonesia... JUDUL: Epistemologi Ekonomi Islam terhadap Subsidi BBM di Indonesia BIDANG KAJIAN: Ekonomi Makro Islami ABSTRAKSI Krisis keuangan Indonesia terjadi salah satunya diakibatkan oleh kekhilafan perencanaan tujuan pembangunan yang terlalu mementingkan pembangunan ekonomi, bukan pada pembangunan manusia. Untuk itu, dibutuhkan aspek etik-religius yang membawa pesan-pesan moral yang mengedepankan penghormatan atas nama kemanusiaan. Indonesia yang kini berada dalam cengkeraman debt-trap dan c...

Tidak Ada Yang Salah Dengan Subsidi BBM (Interaktif Ekonomi Syariah - Harian Duta Masyarakat, 28 Mei 2008)

Oleh: Khairunnisa Musari Pertanyaan: Sejak pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) 28,7 persen, demo terjadi dimana-mana. Di satu sisi, saya paham jika pemerintah harus menyelamatkan APBN. Namun, di sisi lain, saya merasa kenaikan harga BBM jelas memberi dampak buruk bagi masyarakat banyak. Yang ingin saya tanyakan, benarkan subsidi BBM itu membebani APBN? Bagaimana dalam perspektif Islam? Bagaimana ekonomi syariah mengatasi masalah ini? Jawaban: Secara umum, subsidi dapat didefinisikan sebagai bentuk bantuan keuangan yang dibayarkan pemerintah guna menjaga stabilitas harga, mengurangi beban rakyat atau untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Subsidi dapat juga berbentuk kebijakan proteksi atau hambatan perdagangan dengan cara menjadikan barang dan jasa domestik bersifat kompetitif terhadap barang dan jasa impor. Lebih jauh, subsidi dapat dikembangkan menjadi berbagai macam bentuk, tergantung pada alasan di balik pemberian, pihak penerima, dan sumber pembiayaa...