Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kedelai

SWASEMBADA KEDELAI, MUNGKINKAH? (Radar Jember, 10 September 2012)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari “Kedelai langka, eh petani disuruh tanam kedelai. Kalau harga rendah dan produktifitas kecil, masa kita para petani mau nanam. Mending tanam palawija yang lain. Kalau mau nekan, tinggal mau beli dengan harga mahal kagak? Wani piro? Saran saya, mending gak usah makan tempe dan tahu, ganti saja dengan kangkung, simbukan, daun bluntas, lele, wader, dan belut. Murah. Tidak repot!”   Itulah secuplik status Fesbuk dari Pak Soegito asal Puger, Jember Selatan. Pasca pemberitaan mogok produksi tahu tempe di ibukota beberapa waktu lalu, yang diikuti dengan pencanangan pemerintah untuk berswasembada kedelai tahun 2014, Pak Soegito menyampaikan uneg-unegnya di status Fesbuk. Pak Soegito mungkin bukan petani sejati. Usahanya lebih banyak berkonsentrasi pada bisnis ayam pelung. Tetapi, keluarga besarnya menanam kol dan jagung. Bagi Pak Soegito dan keluarga, menanam kedelai tidak ada menariknya. Menanam jagung terbukti jauh lebih menguntungk...

BERPIHAKLAH PADA SEKTOR PERTANIAN! (Radar Jember, 30 Juli 2012, Hlm. 29)

Gambar
  Oleh: Khairunnisa Musari* Sepekan terakhir ini terdapat dua persoalan di sektor pertanian yang menjadi berita panas. Pertama, melonjaknya harga kedelai impor yang berujung pada aksi mogok produksi massal yang dimotori para perajin tahu tempe di ibukota selama tiga hari. Kedua, gagal panennya petani tembakau dan cabai di Jember Selatan karena banjir. Yang mengenaskan, gagal panen ini ternyata menggunakan dana pinjaman perbankan sekitar Rp 70-90 juta untuk membiayai penanamannya. Dalam kasus pertama, jika kita kilas balik ke belakang, ketergantungan terhadap impor kedelai terkait langsung dengan krisis ekonomi 1997/1998 yang berujung pada penandatanganan letter of intent (LoI) antara International Monetary Fund (IMF) dan pemerintah Indonesia. Saat itu, kesepakatan tersebut menyatakan secara eksplisit bahwa pemerintah harus mengurangi dan meniadakan proteksi terhadap sektor pertanian. Dalam jangka pendek, kebijakan tersebut menguntungkan konsumen karena harga komod...