Postingan

Menampilkan postingan dengan label Emas

Penambangan Emas Wuluhan, Harus Bagaimana? (Harian Radar Jember, 17 Juni 2013)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari Woro-woro adanya potensi emas di Jember belakangan ini bukan kali pertama terjadi. Awal tahun 2000, sudah terdengar kabar oleh pemerhati lingkungan tentang adanya potensi emas di selatan Jember, 10 km dari pantai selatan. Jauh sebelumnya, tahun 1992, PT Hakman Group --konsorsium empat perusahaan—bahkan sudah melakukan eksplorasi di sekitar Dusun Baban Silosanen, Desa Mulyorejo, Silo. Sesuai azas otonomi daerah, perusahaan yang mengantongi izin dari Departemen Pertambangan saat itu mengajukan permohonan kontrak karya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Dari areal 70.000 ha, dikabarkan terdapat kandungan 800 juta ton bijih emas dengan kadar dua kali lebih baik dibanding batu hijau.  Lama tak ada berita, tahun 1997, aktivis lingkungan yang tergabung dalam Mitra Meru Betiri dikabarkan mengadvokasi masyarakat atas kegiatan penambangan yang dilakukan PT Hakman Group dan juga PT Aneka Tambang lantaran melakukan eksplorasi di sekitar Silo hing...

RENTANNYA GADAI EMAS DI BANK SYARIAH (Bisnis Indonesia, 16 Juli 2012)

Gambar
Oleh: Rifki Ismal* Khairunnisa Musari** Memasuki awal 2012, banyak ahli ekonomi dunia memprediksi harga emas akan kembali meningkat . Harga emas yang selama 10 tahun berturut-turut mengalami kenaikan, diyakini akan melanjutkan tren bullish. Sejumlah bank sentral di dunia, termasuk pula miliarder George Soros, beberapa kali diberitakan memborong emas dalam jumlah besar. Tak pelak lagi, emas kini menjadi primadona. Termasuk pula pada industri perbankan syariah di Indonesia. Sejak satu dekade terakhir, harga emas cenderung menunjukkan tren peningkatan. Hal ini mendorong minat investor untuk menanamkan dana dalam bentuk emas dan gadai emas. G aung emas juga merambah industri perbankan syariah . Kegiatan qardh dan rahn menjadi motor penggeraknya . Secara teknis, proses gadai emas di bank syariah dimulai ketika nasabah datang ke bank syariah untuk menggadaikan emas. Dengan asumsi emas yang akan digadaikan tersebut bernilai (X), bank syariah akan melakukan penilaia...

Hayooo, Siapa yang Suka Transaksi Emas Jelang Ramadhan? (Radar Jember, 16 Juli 2012, Hlm. 25))

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* Sudah mau Ramadhan. Hayooo, siapa yang kalau menjelang bulan puasa suka bertransaksi emas? Coba deh perhatikan, kalau menjelang bulan puasa seperti saat ini, pasti tempat-tempat pegadaian semakin ramai. Nasabah pegadaian dapat dipastikan melonjak. Selain barang elektronik, banyak juga yang menggadaikan emasnya. Alasan yang kerap dikemukakan adalah untuk memenuhi kebutuhan di bulan puasa. Apalagi, bulan puasa ini berdekatan dengan tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah. Selain pegadaian, toko emas di beberapa tempat juga menggeliat. Meski tidak seramai pegadaian, tetapi ada fenomena menarik yang bisa kita lihat di toko emas. Jika orang pergi ke pegadaian untuk menggadaikan emas dan kemudian mulai menyicilnya pasca lebaran, nah orang yang ke toko emas itu ternyata ada yang berperilaku kebalikan dari orang yang ke pegadaian. Ya, mereka ke toko emas untuk membeli emas dan kemudian menjualnya lagi setelah lebaran usai. Mmm, kira-kira untuk apa ya m...

INVESTASI EMAS (SYARIAH) BERIMBAL HASIL MENGGIURKAN? (Harian KONTAN, 22 Juni 2012, Hlm. 23)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* Emas memang selalu memikat. Nilainya yang terus meningkat dalam jangka waktu menengah dan panjang menjadi alasan utama untuk menjadikannya sebagai instrumen investasi. Tak heran jika terus bermunculan perusahaan-perusahaan yang menawarkan jasa investasi emas. Termasuk pula salah satunya perusahaan berlabel syariah yang memberi penawaran imbalan hasil yang menggiurkan bagi investor (www.kontan.co.id, 18 Juni 2012). Harga emas tercatat mengalami kenaikan cukup tinggi mulai tahun 2001 dengan rata-rata kenaikan sekitar 17%. Sebelumnya, kenaikan harga hanya di kisaran 6%. Banyak pihak yang meyakini bahwa emas tengah mengalami bubble. Hal ini didasari oleh kian maraknya emas menjadi komoditas dan semakin kuatnya keyakinan masyarakat bahwa emas akan mengalami kenaikan harga secara permanen melampaui tingkat inflasi. Dapat dipahami jika investasi emas menjadi tampak menarik karena apresiasinya jauh lebih besar daripada deposito atau sejenisnya....

DIVERSIFIKASI CADANGAN DEVISA EMAS (Harian KONTAN, 24 Mei 2011)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* Bank Indonesia (BI) dikabarkan tengah mengkaji penambahan emas sebagai cadangan devisa. Meski belum bisa dipastikan sejauh mana BI akan merealisasikannya, namun setidaknya BI sudah mengakui bahwa cadangan devisa dalam bentuk USD memiliki risiko yang lebih besar. Selain karena nilainya yang sangat fluktuatif, juga karena sensitif terhadap isu global. Posisi cadangan devisa Indonesia per 20 April 2011 mencapai USD 109,5 miliar. Angka ini naik USD 3,8 miliar dibanding posisi akhir Maret yang sebesar USD 105,7 miliar atau naik USD 9,88 miliar dibanding posisi akhir Februari yang sebesar USD 99,62 miliar. Hingga akhir 2011, BI memperkirakan cadangan devisa Indonesia dapat menembus USD 116,8-119,4 miliar. Sedangkan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) memperkirakan cadangan devisa Indonesia dapat menembus kisaran USD 120 miliar. Meski nilai cadangan devisa Indonesia terus meningkat, namun kebijakan BI dalam hal tersebut masih menyimpan kerentanan. Sistem cadangan dev...