Postingan

RENTANNYA GADAI EMAS DI BANK SYARIAH (Bisnis Indonesia, 16 Juli 2012)

Gambar
Oleh: Rifki Ismal* Khairunnisa Musari** Memasuki awal 2012, banyak ahli ekonomi dunia memprediksi harga emas akan kembali meningkat . Harga emas yang selama 10 tahun berturut-turut mengalami kenaikan, diyakini akan melanjutkan tren bullish. Sejumlah bank sentral di dunia, termasuk pula miliarder George Soros, beberapa kali diberitakan memborong emas dalam jumlah besar. Tak pelak lagi, emas kini menjadi primadona. Termasuk pula pada industri perbankan syariah di Indonesia. Sejak satu dekade terakhir, harga emas cenderung menunjukkan tren peningkatan. Hal ini mendorong minat investor untuk menanamkan dana dalam bentuk emas dan gadai emas. G aung emas juga merambah industri perbankan syariah . Kegiatan qardh dan rahn menjadi motor penggeraknya . Secara teknis, proses gadai emas di bank syariah dimulai ketika nasabah datang ke bank syariah untuk menggadaikan emas. Dengan asumsi emas yang akan digadaikan tersebut bernilai (X), bank syariah akan melakukan penilaia...

Hayooo, Siapa yang Suka Transaksi Emas Jelang Ramadhan? (Radar Jember, 16 Juli 2012, Hlm. 25))

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* Sudah mau Ramadhan. Hayooo, siapa yang kalau menjelang bulan puasa suka bertransaksi emas? Coba deh perhatikan, kalau menjelang bulan puasa seperti saat ini, pasti tempat-tempat pegadaian semakin ramai. Nasabah pegadaian dapat dipastikan melonjak. Selain barang elektronik, banyak juga yang menggadaikan emasnya. Alasan yang kerap dikemukakan adalah untuk memenuhi kebutuhan di bulan puasa. Apalagi, bulan puasa ini berdekatan dengan tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah. Selain pegadaian, toko emas di beberapa tempat juga menggeliat. Meski tidak seramai pegadaian, tetapi ada fenomena menarik yang bisa kita lihat di toko emas. Jika orang pergi ke pegadaian untuk menggadaikan emas dan kemudian mulai menyicilnya pasca lebaran, nah orang yang ke toko emas itu ternyata ada yang berperilaku kebalikan dari orang yang ke pegadaian. Ya, mereka ke toko emas untuk membeli emas dan kemudian menjualnya lagi setelah lebaran usai. Mmm, kira-kira untuk apa ya m...

Melirik Wakaf Produktif (Radar Jember, 2 Juli 2012)

Gambar
                                                     Oleh: Khairunnisa Musari Apa yang ada di benak anda ketika mendengar sebuah negara bernama Bahrain? Mmm, saya yakin, bapak-bapak dan mas-mas pasti akan lebih mengenal nama negara ini ketimbang ibu-ibu dan mbak-mbak. Hayo kenapa? Ya, kalau bapak-bapak dan mas-mas, terutama yang penggila bola, tentu masih lekat di ingatan ketika Timnas Indonesia dikalahkan 10-0 oleh Timnas Bahrain di sebuah stadion ‘kumuh’ di Bahrain. Menyakitkan ya! Tapi, meski kalah mengenaskan, warga Indonesia yang bermukim di Bahrain tetap menyambut pemain Timnas Indonesia bak selebritis, lho! Pertengahan April lalu, alhamdulillah, saya mendapat kesempatan mengunjungi Bahrain selama hampir 2 pekan. Penantian selama hampir setahun untuk mengunjungi Negeri 2 Lautan tersebut, akhirnya terjawab dengan sebuah calling visa ...

INVESTASI EMAS (SYARIAH) BERIMBAL HASIL MENGGIURKAN? (Harian KONTAN, 22 Juni 2012, Hlm. 23)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari* Emas memang selalu memikat. Nilainya yang terus meningkat dalam jangka waktu menengah dan panjang menjadi alasan utama untuk menjadikannya sebagai instrumen investasi. Tak heran jika terus bermunculan perusahaan-perusahaan yang menawarkan jasa investasi emas. Termasuk pula salah satunya perusahaan berlabel syariah yang memberi penawaran imbalan hasil yang menggiurkan bagi investor (www.kontan.co.id, 18 Juni 2012). Harga emas tercatat mengalami kenaikan cukup tinggi mulai tahun 2001 dengan rata-rata kenaikan sekitar 17%. Sebelumnya, kenaikan harga hanya di kisaran 6%. Banyak pihak yang meyakini bahwa emas tengah mengalami bubble. Hal ini didasari oleh kian maraknya emas menjadi komoditas dan semakin kuatnya keyakinan masyarakat bahwa emas akan mengalami kenaikan harga secara permanen melampaui tingkat inflasi. Dapat dipahami jika investasi emas menjadi tampak menarik karena apresiasinya jauh lebih besar daripada deposito atau sejenisnya....

Kebangkitan Sukuk sebagai Instrumen Moneter (Harian Bisnis Indonesia, 25 November 2011)

Gambar
Tidak sengaja menemukan kliping artikel ini di dunia maya. Setelah berbulan-bulan, baru mengetahui ada pemuatan tentang artikel ini. Ya begitulah kalau tidak berlangganan koran atau majalah yang kita kirimi artikel serta terbatas waktu untuk mengeceknya, sering kali kelewat, bahkan lupa. Trims banget untuk yang sudah memotong artikel ini dan mempostingnya di dunia maya... Oleh:  Khairunnisa Musari Sukuk tidak saja berpotensi menjadi instrumen pembiayaan pembangunan. Sukuk juga berpotensi menjadi instrumen pengelola mismatch liquidity atau pengelola excess and lack of liquidity . Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPN-S) yang baru saja terbit Agustus lalu adalah wajah lain dari sukuk yang kini merambah wilayah moneter. Sejak penerbitan perdana tahun 2008, fungsi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara memang masih belum beranjak jauh dari keberadaannya sebagai instrumen fiskal. Dalam peta kebijakan fiskal di Indonesia, penerbitan sukuk termasu...

MEMBIDIK BAHRAIN SEBAGAI PINTU MASUK TIMUR TENGAH (HARIAN KONTAN, 8 JUNI 2012, HLM. 23)

Gambar
Oleh: Khairunnisa Musari Tak bisa dipungkiri, banyak negara yang melirik Timur Tengah. Berlimpahnya likuiditas di sana menjadi daya tarik utama, meski bukan satu-satunya. Bahrain, negara kecil yang paling minim sumber daya alam (SDA) di antara negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC), sesungguhnya berpotensi menjadi pintu gerbang bagi Indonesia untuk masuk pasar Timur Tengah. Luas wilayah negara Bahrain tak lebih besar dari Provinsi DKI Jakarta. Namun, daratan negara Bahrain terus meluas seiring dengan berbagai proyek pengerukan pasir untuk menimbun lautan menjadi daratan. Ya, negara kecil yang diapit Saudi Arabia, Qatar, dan Teluk Arat ini tengah gencar membangun dalam rangka mewujudkan visi sebagai The Development Nation tahun 2030 yang diantaranya adalah menjadi pusat keuangan dan perbankan dunia. Salah satu strateginya adalah menjadikan industri keuangan dan perbankan Islam sebagai pendorongnya. Kini, Bahrain menjadi kandidat kuat sebagai pemimpin pusat keuang...
Gambar
Esai Hari Ibu (Radar Jember, 22 Desember 2011) YUK, JADI IBU YANG KEREN....!!! Oleh:  Khairunnisa Musari Pak Edi        : “Ayo Is, kamu kenalan dulu dengan istri saya!” Saya             : “Sudah kenal kok Pak Edi. Kan sudah pernah ketemu dulu!” Pak Edi       : “Iya, kenalan lagi. Gak papa. Itu ada Pak Bupati juga.” Saya            : “Aduuuh, Pak. Jangan. Gak usah lah Pak. Saya bingung mau ngomong apa.” Pak Edi       : “Ya, enggak usah ngomong apa-apa. Kenalan saja dulu. AYOOO!!!”. Itulah secuplik percakapan saya dengan Prof. Sri-Edi Swasono pada akhir pekan lalu. Ya, tanggal 16 Desember kemarin, saya menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Meutia Hatta, di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Dalam kesempatan tersebut, memang untuk pertama k...