Postingan

EDUCATION FOR ALL, KEKUATAN PERUBAHAN EKONOMI (Radar Jember, .......... 2009)

Oleh: Khairunnisa Musari (Mahasiswa S3 Ilmu Ekonomi Islam, Unair, Surabaya) Pendidikan adalah investasi. Pendidikan adalah kekuatan perubahan ekonomi. Kuantitas dan kualitas pendidikan yang baik akan meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya akan memacu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, upaya perbaikan pendidikan yang konsisten serta berkesinambungan merupakan keniscayaan untuk membangun ekonomi bangsa ini. Sepekan terakhir, topik education for all menjadi berita di sejumlah media lokal maupun nasional. Radar Jember, 18 Januari 2009, juga memberitakan betapa topik ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember. Keinginan untuk memberikan pendidikan yang merata kepada semua warga wajib belajar dimanifestasikan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi siswa sekolah umum, termasuk pula penyediaan keperluan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Secara nasional, dunia pendidikan Indonesia memang menghadapi tantangan ...

NEW INSTITUTIONAL ECONOMICS? (Opini, Republika, 24 Januari 2009)

Oleh: Rifki Ismal (PhD Student Islamic Banking and Finance, Durham University, UK; Peneliti Senior Bank Indonesia) Khairunnisa Musari (PhD Student Islamic Economic, Airlangga University) Ketika krisis keuangan global melanda dunia, salah satu pemikiran yang mengemuka di kalangan para ekonom adalah apakah penerapan sistem ekonomi syariah merupakan solusi bagi masalah ini dan apakah ekonomi syariah akan menjadi paradigma baru yang menggantikan sistem ekonomi kapitalis. Bagi sejumlah ekonom, krisis global yang tengah terjadi saat ini merupakan pembuktian lemahnya sistem ekonomi kapitalis sekaligus menjadi momentum kebangkitan ekonomi syariah. Fenomena ini, jika dikaji dengan pendekatan konsep new institutional economics (NIE), pandangan tersebut mendekati kebenaran. Empat Elemen NIE Secara teoretis, NIE adalah suatu konsep yang memaparkan kriteria atau syarat untuk membangun suatu paradigma sistem ekonomi baru yang setidaknya terdi...

Membangun Ekonomi Perempuan untuk Indonesia Sejahtera (Radar Jember, 13 Desember 2008)

Oleh: Naurah Najwa Hairrudin* Kongres Perempuan tanggal 22 Desember 1928 menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan. Setelah 80 tahun berselang, perempuan Indonesia kini masih dituntut untuk kembali memperjuangkan kemerdekaan, yaitu kemerdekaan dari himpitan ekonomi diri, keluarga, dan masyarakat. Peringatan Hari Ibu bukan sekedar hari istimewa dimana para suami dan anak-anak membebaskan para Ibu dari tanggung jawab domestik dan memberikan hadiah berupa kado, bunga, ataupun puisi. Hari Ibu di Indonesia sesungguhnya memiliki filosofi yang dalam terkait dengan perjuangan perempuan dalam memperbaiki kesejahteraan bangsa. Bagi bangsa Indonesia, Hari Ibu merupakan momentum bersejarah yang menandai tonggak pergerakan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan. Dalam kongres wanita tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, kemerdekaan Indonesia menjadi pokok bahasan gerakan perempuan saat itu. Mereka berkumpul dan bertekat untuk menyatukan ...

Mengakhiri Pertikaian Industri Ritel Modern VS Pasar Tradisional (Radar Jember, 22 November 2008)

Oleh: Khairunnisa Musari* Pedagang Pasar Tradisional Batu Urip merasa terusik dengan bakal hadirnya sebuah minimarket tepat di tengah-tengah pasar. Forum Daerah Usaha Kecil dan Menengah (Forda UKM) Kabupaten Jember membantu mengadvokasi para pedagang ini. Bagaimana mengakhiri pertikaian antara pedagang pasar tradisional dengan industri ritel modern yang kian marak melakukan ekspansi ke daerah? Sebagai pendongkrak pertumbuhan ekonomi, investasi menjadi salah satu indikator ekonomi yang terus digerakkan di setiap negara. Di Indonesia, hal ini kerap menjadi persoalan karena seringnya regulasi pemerintah berpotensi memicu konflik. Saat ini, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2007 tentang Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern merupakan salah satu yang kerap menjadi pertentangan. Dalam era globalisasi, pasar telah mengalami perkembangan pesat. Di dalam pasar terdapat toko-toko yang digunakan sebagai tempat usaha untuk menjual barang dan jasa...

Pariwisata Olahraga Junior ASEAN Volleyball Championship (RADAR JEMBER, 7 November 2008)

Oleh: Naurah Najwa Hairrudin* Lima negara Asia Tenggara dipastikan akan tampil di Junior ASEAN Volleyball Championship yang akan digelar di Jember, 9-16 November mendatang. Jika dioptimalkan, kegiatan ini dapat menjadi cikal bakal pariwisata olahraga (sport tourism) di Jember yang mendatangkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Konon, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) memilih Jember sebagai penyelenggara kejuaraan tersebut karena bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Kota Jember. Dipastikan negara Vietnam, Thailand, Myanmar, Brunei Darussalam serta tuan rumah Indonesia akan mengirimkan pesertanya untuk bertanding di Kota Suwar-Suwir ini. Menurut rencana, PBVSI akan menurunkan pemain junior yang tampil di kejuaraan Asia dua bulan silam. Untuk tim putra akan disiapkan di Surabaya, sementara untuk tim putri tengah digodok di Padepokan Bola Voli di Sentul. Tidak bisa dipungkiri, kegiatan ini memang diharapkan untuk menjadi embrio menuju SEA Games XXV y...

Bank Syariah, Alternatif Hadapi Krisis (RADAR JEMBER, 6 NOVEMBER 2008)

Oleh: Khairunnisa Musari* Krisis finansial global kian berimbas pada perekonomian Indonesia. Pelemahan suku bunga Amerika Serikat (The Fed Rate) diikuti dengan gejolak kurs. Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga (BI Rate) hingga 9,5 persen. Likuiditas mengetat. Pembiayaan perbankan sulit. Namun demikian, bank syariah masih menjadi alternatif yang baik di saat krisis. Bagi pelaku ekonomi syariah, krisis finansial global menjadi momentum untuk membuktikan betapa rentannya sistem ekonomi yang berlangsung saat ini. Krisis finansial global menunjukkan betapa riba, maysir, gharar, dan syubhat sudah masuk ke ranah paling dalam dari perekonomian dunia. Pada akhirnya, kehancuran tinggal menunggu waktu. Islam dalam mu’amalah ekonomi melarang berbagai kegiatan yang mengandung riba, maysir, gharar, dan syubhat. Dalam melaksanakan transaksi keuangan, Islam mengajarkan pentingnya underlying asset. Dalam berbisnis, Islam memberi alternatif profit-loss sharing (PLS) agar risiko dit...

Obligasi Daerah, Sudah Siapkah Jember? (Radar Jember, 28 Oktober 2008)

Oleh: Khairunnisa Musari* Mengingat besarnya nilai transaksi investor lokal Jember dan sekitarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember diharapkan dapat memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan pembangunan melalui obligasi daerah (Radar Jember, 23 Oktober 2008). Pertanyaannya, sudah siapkah Jember mewujudkannya? Penerbitan obligasi memang merupakan alternatif pembiayaan yang relatif murah. Dana yang bisa diperoleh cukup besar. Namun demikian, banyak konsekuensi yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah (Pemda) sebagai issuer. Pertama, Pemda dituntut untuk memiliki kapasitas fiskal untuk dapat menerbitkan obligasi daerah. Sebab, meskipun penerbitan dan penjualan obligasi daerah dapat merengguk manfaat yang besar bagi pembangunan ekonomi daerah, namun obligasi ini memiliki potensi risiko yang tinggi. Kedua, konsekuensi logis dari penerbitan obligasi adalah tuntutan transparansi dan akuntabilitas oleh investor kepada Pemda sebagai issuer . Inv...